- 55% dari keuntungan dialokasikan untuk manfaat bagi anggota petani swadaya, termasuk pengembangan sumber daya manusia.
- 12,92% dari keuntungan dialokasikan untuk biaya operasional ICS.
- 23,64% dari keuntungan dialokasikan untuk biaya audit sertifikasi ISPO dan RSPO.
- 4,94% dari keuntungan dialokasikan untuk biaya pelatihan anggota Gapoktan Tani Mandiri.
- 3,5% dari keuntungan dialokasikan untuk perlengkapan kantor, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), dan pengeluaran lain-lain.
Gapoktan Tani Mandiri (GTM) berharap dengan adanya sertifikasi ini, para petani swadaya akan mampu menerapkan praktik budidaya kelapa sawit yang sejalan dengan pedoman yang dianjurkan, sehingga dapat meningkatkan hasil dan kualitas Tandan Buah Segar (TBS). Selain itu, kredit RSPO akan membantu para petani swadaya menjalin kemitraan dengan pabrik kelapa sawit terdekat, yang pada akhirnya akan semakin mendukung inisiatif kelapa sawit berkelanjutan.