Koperasi Gaharu Seratus Bosar Maligas

Nama kelompok: Koperasi Gaharu Seratus Bosar Maligas

Nomor sertifikat RSPO: 1-0304-20-000-00

Alamat: Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara

Jumlah anggota: 2.408

Jumlah petani laki-laki: 1.550

Jumlah petani perempuan: 858

Luas lahan sertifikasi: 2.236,61 Ha

Kontak: +62 853 5823 9468 (Ade Fachrizal)

Profil

Menembus Standar Global dari Bosar Maligas: Jejak Petani Sawit Swadaya Meraih Sertifikasi RSPO

Petani kelapa sawit swadaya memegang peranan besar dalam lanskap perkebunan Indonesia, namun sering kali menghadapi keterbatasan modal, akses pengetahuan budidaya yang baik, hingga pengakuan pasar global. Cerita berbeda hadir dari Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Di bawah naungan Koperasi Gaharu Seratus Bosar Maligas , para pekebun swadaya membuktikan bahwa standar keberlanjutan internasional bukanlah mimpi yang mustahil.

Dipimpin oleh M. Safri sebagai Manajer ICS (Internal Control System), Koperasi Gaharu Seratus Bosar Maligas mengawali perjalanan bersama petani swadaya 214 petani dengan total luasan kebun mencapai 480,12 hektare.

Jalan Berliku dan Tantangan Menuju Sertifikasi

Kunjungan lapangan dan proses pemetaan titik koordinat lahan kebun sawit swadaya bersama tim pendamping.
Perjalanan meraih sertifikasi ini tidak instan. Pak M. Safri mencatat berbagai kendala mendasar yang dihadapi kelompok di lapangan:

  1. Rendahnya Kepercayaan Petani terhadap Kelompok:
    Banyak petani awalnya skeptis dan ragu terhadap manfaat berorganisasi maupun bergabung dalam kelembagaan koperasi.
  2. Minimnya Literasi dan Sosialisasi:
    Informasi mengenai pentingnya sawit berkelanjutan dan sertifikasi RSPO belum tersosialisasi dengan baik, baik ke tingkat petani maupun dinas pemerintah kabupaten.
  3. Keterbatasan Pembiayaan:
    Kelompok sangat bergantung pada dana program pendampingan NGO karena kas mandiri petani yang terbatas.
  4. Hambatan Administrasi dan Legalitas Lahan:
    Syarat utama sertifikasi menuntut kelengkapan dokumen legalitas (seperti Sertifikat Hak Milik / SHM, data identitas, data kebun, dan pemetaan). Pada awalnya, banyak petani enggan menyerahkan fotokopi dokumen mereka karena kekhawatiran privasi dan ketidaktahuan fungsi dokumen tersebut.
    Verifikasi langsung: Proses pencatatan dokumen dan formulir data pekebun dari rumah ke rumah.
    Melalui pendekatan persuasif dari pintu ke pintu dan transparansi pengurus ICS, keraguan para petani perlahan mencair.

Dengan pendampingan intensif dari organisasi nirlaba SNV dan dukungan Unilever, koperasi ini sukses mengantarkan para anggotanya meraih sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) tahap Eligible (Kelayakan) pada tahun 2021.

Pembelajaran dan Manfaat Nyata: Dari Insentif hingga Tata Kelola Koperasi

Proses sertifikasi mengubah kultur perkebunan di Bosar Maligas. Para petani tidak hanya diajarkan cara memupuk dan merawat kelapa sawit secara ramah lingkungan melalui Good Agricultural Practices (GAP), tetapi juga belajar tata kelola organisasi yang transparan.

Keberhasilan meraih status Eligible langsung membuahkan hasil nyata:

  • Insentif Penjualan Kredit RSPO:

Pada tahun 2021, koperasi berhasil mencatatkan pendapatan insentif penjualan kredit RSPO sebesar Rp 215.000.000 (US$ 14.827).

  • Pemanfaatan Berkelanjutan:

Dana insentif tersebut dialokasikan kembali untuk kepentingan anggota: pelatihan lanjutan, pengembangan unit usaha koperasi, dan bantuan operasional bagi para pekebun anggota.

  • Terbukanya Kemitraan Strategis:

Sertifikat ini menjadi “paspor” yang memperkuat posisi tawar koperasi untuk menjalin kemitraan pasok Tandan Buah Segar (TBS) langsung dengan pabrik dan perusahaan kelapa sawit di sekitarnya.

 

Berdasarkan pengalaman langsung di akar rumput, Pak M. Safri merumuskan sejumlah catatan penting bagi kemajuan industri sawit rakyat ke depan:

  • Apresiasi Skema RISS 2019: Pendekatan standar RSPO Independent Smallholder Standard (RISS) 2019 dinilai sangat inklusif bagi pekebun pemula, karena membuka ruang sertifikasi bertahap dimulai dari fase Eligible.
  • Diferensiasi Biaya Keanggotaan & Audit: RSPO diharapkan mempertimbangkan penyesuaian biaya keanggotaan dan audit bagi petani di tahap Eligible, mengingat insentif yang diterima pada tahap ini belum sebesar tahap lanjutan (Milestone B).
  • Dukungan Pendanaan Berkesinambungan: Petani di tahap kelayakan membutuhkan sokongan dana pendampingan agar mampu melangkah ke tahapan sertifikasi penuh.
  • Sosialisasi Masif & Peran Perusahaan: Mendorong sosialisasi gabungan kepada pemda dan pekebun, serta menuntut perusahaan anggota RSPO di sekitar kebun untuk memprioritaskan pembelian TBS dari petani swadaya yang telah tersertifikasi.

Kisah sukses Koperasi Produsen Mandiri Gaharu Seratus membuktikan bahwa dengan kolaborasi bersama mitra pendamping, transparansi ICS, dan tekad para pekebun, sawit rakyat mampu bertransformasi menjadi pilar pertanian berkelanjutan di tingkat dunia.

Suara Petani: Rekomendasi untuk Industri Berkelanjutan

Berdasarkan pengalaman langsung di akar rumput, Pak M. Safri merumuskan sejumlah catatan penting bagi kemajuan industri sawit rakyat ke depan:

  • Apresiasi Skema RISS 2019: Pendekatan standar RSPO Independent Smallholder Standard (RISS) 2019 dinilai sangat inklusif bagi pekebun pemula, karena membuka ruang sertifikasi bertahap dimulai dari fase Eligible.
  • Diferensiasi Biaya Keanggotaan & Audit: RSPO diharapkan mempertimbangkan penyesuaian biaya keanggotaan dan audit bagi petani di tahap Eligible, mengingat insentif yang diterima pada tahap ini belum sebesar tahap lanjutan (Milestone B).
  • Dukungan Pendanaan Berkesinambungan: Petani di tahap kelayakan membutuhkan sokongan dana pendampingan agar mampu melangkah ke tahapan sertifikasi penuh.
  • Sosialisasi Masif & Peran Perusahaan: Mendorong sosialisasi gabungan kepada pemda dan pekebun, serta menuntut perusahaan anggota RSPO di sekitar kebun untuk memprioritaskan pembelian TBS dari petani swadaya yang telah tersertifikasi.

Kisah sukses Koperasi Produsen Mandiri Gaharu Seratus membuktikan bahwa dengan kolaborasi bersama mitra pendamping, transparansi ICS, dan tekad para pekebun, sawit rakyat mampu bertransformasi menjadi pilar pertanian berkelanjutan di tingkat dunia.

Galeri Foto

Share with